20 Agustus 2011, 22.00 WIB kubuka pintu sebuah warnet di daerah Manahan. Aku masuk dan menuju ke bilik PC no 2, sembari login diringi lagu dari Steven n Coconutrez yang liriknya, “mendingan kau tinggalkan daripada kau tersiksa sendiri“. Sontak aku terdiam sejenak. Merasa lagunya kok ngena ya? hmmm.. sebuah kebenaran atau hanya kebetulan saja? aku yakin itulah kebenaran. Mending aku tinggalkan dia segera daripada aku tersiksa sendiri. Setelah aku dengar lagu itu, aku berniat untuk curhat lagi dengan om Pras. Yang ingin aku curhatkan kepada om Pras ialah ingin menanyakan apa seseorang boleh putus asa dan memutuskan untuk mundur disaat rasa sayang itu benar-benar tulus dan yakin namun karena fakta yang terjadi di lapangan, mau gag mau, cepat atau lambat tetap akan membuat seseorang menjadi berkurang keyakinannya untuk bisa memberi sepenuhnya rasa sayang kepada seseorang yang disayangi. lalu? hubungkan saja dengan lagu Steven yang aku petikan liriknya tadi
Om Pras, aku tahu tentunya om Pras tidak suka jika aku menceritakan kisah yang telah berlalu tentang perjuanganku kepadanya. Paling tidak yang kupelajari hari ini adalah berusaha untuk tidak lagi menceritakan segala usahaku untuknya dan sekuat tenaga memendam perasaan ini untuk dijadikan poin-poin berikutnya sebagai langkah baruku. Jujur memang aku share hanya dengan seseorang. Dia adalah Choboo. Pesan untuk Choboo , baca smsku yak. :… itu saja. Thanks Choboo and Fauzi. Biarkan postingan sebelum ini tetap ada sebagai secuil kisah itu. lalu? apa hari ini aku menyerah? TIDAK!! baca sekali lagi, TIDAK! aku tidak akan menyerah!
Ntah keinginanku untuk curhat dengan om Pras akan terlaksana atau mungkin tertahan dalam beberapa waktu hingga hatiku lebih tenang dari sekarang. Inti dari postingan kali ini adalah ungkapan rasa syukur atas hari ini yang sangat menyenangkan. Senangnya belajar lagi lagi dan akan terus belajar. Alhamdulillah terima kasih yaa Allah.
Dan akhir dari postingan ini aku ingin ucapkan banyak terima kasih kepada AASD. Danke schoen AASD…